Ahad, 9 Januari 2011

Islam terbukti Benar

Surat kabar Inggris The Times mengatakan: “Ribuan wanita muda Inggris yang tinggal di Inggris Raya telah memutuskan untuk masuk Islam, meskipun rasisme terhadap kaum Muslim di Eropa terus meningkat, dan yang terakhir adalah usaha untuk melarang pemakaian cadar.”

Surat kabar yang diterbitkan di London itu menambahkan dalam sebuah laporannya pada hari Sabtu (29/5) bahwa jumlah orang yang masuk Islam meningkat, sementara pada saat yang sama jumlah penduduk yang melakukan doa setiap minggu di Gereja Inggris berkurang dari 2% penduduk.

Para wanita yang melakukan shalat di Masjid Pusat London di Regent’s Park sekitar dua-pertiga dari kaum Muslim baru yang mengucapkan dua kalimat syahadah, dan sebagian besar dari mereka berumur kurang dari tiga puluh tahun.

Berdasarkan statistik yang terkait dengan jumlah orang yang beralih agama, sebagaimana yang dinyatakan dalam sensus tahun 2001 di Inggris Raya, bahwa setidaknya tiga puluh ribu warga asli Inggris masuk Islam.

Inilah bukti jika semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah/suci
Yaitu ia telah mengakui bahwa Tuhan itu cuma 1
Maka saat ada ajaran Tuhan 3 tapi satu
Ini jelas bertentangan dengan hati nurani
Dengan itulah orang yang baru memeluk Islam
Maka ia bukan berpindah agama, tapi kembali pada fitrah Islam
Menyembah hanya pada 1 Allah saja..... TITIK !!!

Semoga ini menjadi renungan bagi "saudara"2 sekitar kita yang murtad hanya karena sekeping perak & seonggok cinta fana...

Sementara justru orang berada, intelektual, publik figur & para pemimpin dan justru para pemimpin + pemuka agama lain baik di barat maupun di timur malah masuk Islam dengan Ikhlas & sadar jika cuma Islam satu-satunya agama yang benar.

Lihat saudara2 kita yang miskin, mereka didatangi missionaries kristen & menawarkan sekeping harta agar saudara kita murtad, mari kita tengok & perhatikan saudara sekitar kita.

2,5% harta zakat kita berikan pada fakir miskin secara langsung. Ini akan lebih meresap dihati karena setiap ibadah adalah untuk menyucikan jiwa. Zakat ialah syariat, tapi hakikatnya ia menyucikan jiwa dengan menghilangkan kikir, tamak, rakus, menumbuhkan rasa sayang sesama, ikhlas, menolong dan lainnya.

Ma'rifatnya ialah bersyukur pada Allah yang telah memberi begitu banyaknya nikmat yang tak terhingga dan lainnya.

Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
===========================================
APA BUKTI ISLAM BENAR???
Sangat penting untuk ribuan new member yang join tiap hari,tolong klik:
http://www.facebook.com/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751?v=info
===========================================
Untuk Posting hari lalu, bisa di klik disini:
http://www.facebook.com/album.php?aid=147602&id=298400792751

Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Doa Memohon Ketaqwaan Dan Kekayaan

Doa Memohon Ketaqwaan Dan Kekayaan



'Ya Allah, sesungguhnya aku meminta petunjuk, ketaqwaan, kesucian dan kekayaan kepadaMu.' (HR. Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Penjelasan doa yang diajarkan oleh Nabi seperti dalam hadist diatas, Menurut al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menyebutkan bahwa maksud dari petunjuk adalah petunjuk ke jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. Maksud dari ketaqwaan adalah takut kepada Allah dan berhati-hati agar tidak melanggar larangan Nya. Sedangkan kesucian adalah terpelihara dari keburukan dunia.

Sementara menurut an-Nawawi dalam kitab Syarah Sahih Muslim menyebutkan maksud dari kesucian adalah mampu menahan diri untuk tidak melakukan apapun yang tidak diperbolehkan oleh Allah. Maksud dari kekayaan adalah kaya jiwa dan kecukupan harta sehingga hidupnya tidak bergantung kepada orang lain. Sedangkan petunjuk mencakup apa saja yang diperlukan dalam hidup ini, baik untuk keperluan di dunia dan diakherat.

Dan ketaqwaan mencakup kehati-hatian terhadap apa saja yang harus dijauhi dalam hidup ini seperti perbuatan syirik, maksiat dan perbuatan tercela. itulah makna doa memohon ketaqwaan dan kekeyaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam.

Wassalam,

petikan dari agussyafii

Hati Yang Tegar

Hati Yang Tegar


Pada suatu hari di Rumah Amalia kehadiran seorang perempuan muda yang terlihat cerdas dan modis, memiliki dua anak, dia mengaku sebagai pendengar setia acara 'Power of Peace' di Radio Bahana. 'Saya pendengar setia Mas Agus loh di Radio Bahana FM Jakarta,' tuturnya. Hari itu dia curhatnya, bahwa dia merasa ada yang tidak beres dengan suaminya. Sering pulang malam, jika ditanya dari mana selalu mengatakan habis lembur.

Saya kemudian mengatakan kepada ibu muda itu agar selalu bersyukur atas semua karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berserah diri kepadaNya, kemudian menyarankan agar memperbanyak istighfar serta instropeksi diri ke dalam dengan lebih menghormati dan menghargai suami. 'Karena kunci dari menyelesaikan masalah bukan ada orang lain tetapi pada diri kita sendiri,' ucap saya padanya.

Alhamdulillah, pesan itu dilaksanakan dengan baik. Sekalipun dirinya sebagai seorang yang aktif dan sibuk bekerja di sebuah perusahaan, senantiasa bersyukur dan memperbanyak istighfar telah membuahkan hasil. Perubahan pada dirinya juga merubah kondisi suami. Sampai pernah terlontar dari ucapan suaminya, 'Kok sekarang mama kelihatan lebih sayang sama papa..kenapa ya?' Kondisi yang membaik dalam rumah tangganya namun tidak pernah ada klarifikasi soal adanya perempuan lain.

Sampai pada suatu malam, suaminya menghubungi dirinya dan mengakui semua perbuatan yang dilakukan, 'aku mau jujur padamu, aku memang telah berselingkuh dan sekarang aku ada dirumahnya, menjaga karena dia sedang sakit.' Mendengar pengakuan itu hatinya bagai tercabik-cabik. Hidupnya terasa gelap gulita. Hatinya terasa perih, air matanya mengalir dengan derasnya. Malam itu juga dia menjenguk suaminya. Dia bertemu dengan perempuan terbaring lemah sementara suaminya terlihat duduk disampingnya. Suaranya terputus-putus meminta maaf.

Ditengah hatinya yang galau, ada kekuatan kasih sayang yang tanpa disadarinya memeluk perempuan selingkuhan suami dan mendoakan, 'semoga cepat sembuh ya..' Hatinya mendapatkan limpahan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Baginya masalah itu tidak dapat melemahkan dirinya. Ada kasih sayang Allah yang sanggup membuatnya menjadi kuat, mengubah kebenciannya menjadi cinta. Ketaqwaannya kepada Allah mampu untuk bersyukur juga memaafkan suami dan pasangan gelapnya. Hatinya menjadi tegar, justru imannya semakin kuat karena masalah itu sebab Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa hadir bersamanya.

 Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapatkan kemenangan.' (QS. an-Naba' : 31).


Wassalam,
Petikan dari  agussyafii

Mengurai Belitan Kesalahan

Mengurai Belitan Kesalahan*

Bila kita pernah melakukan kesalahan, hendaknya kita bersedia mengakuinya. Bila orang lain melakukan kesalahan hendaklah kita memaafkannya. mengakui kesalahan tidaklah mudah bahkan teramat menyakitkan. Semakin tinggi status sosial kita maka semakin tidak mudah. Apa lagi kalo punya banyak penggemar dan pemujanya.

Menyadari kesalahan tentunya berbeda dengan mengakui kesalahan. Mengakui kesalahan akan menyebabkan orang yang mengakui dosanya menjadi kehilangan muka. Kalo mengakui kesalahan diri sendiri sulit, apa lagi memaafkan kesalahan orang lain. Bahkan lebih sulit lagi. 'Saya tidak bisa memaafkan dia. Luka hati saya masih terasa perih bagai tersayat-sayat.' Toh, hati kecil kita mengatakan, 'sudahlah maafkan dia. sebesar apapun kesalahannya maafkanlah dia.' Mengapa kita harus memaafkan? karena hanya dengan memaafkan, Allah berkenan mengampuni kesalahan kita. Bila kita tidak memaafkan berarti kita menolak sifat Maha Pengampun Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bila kita melakukan perbuatan salah maka kita akan terbelit oleh kesalahan yang kita lakukan. Ada perasaan berdosa yang membelit hidup kita terus menerus. Dosa itu seolah mengejar -ngejar kita dimanapun berada. Kita dibuat tidak bisa makan enak dan tidur nyenyak. Sampai kita mengakui perbuatan yang pernah kita lakukan.

Demikian halnya dengan kesalahan orang lain. Bila kita tidak bisa memaafkan kesalahannya maka hati kita tersiksa akibat rasa geram, marah, benci dan dendam berkepanjangan. Membelit dan menyesakkan dada. Belitan itu akan akan bisa kita lepaskan ketika kita bersedia untuk memaafkan sebagai firman Allah Subahanu Wa Ta'ala.

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang kebaikan, serta berpalinglah dari orang-orang yangtidak mengerti. (QS. al-A'raf : 199).

---
*) Tulisan ini materi on air pada acara 'Power of Peace' di Radio Bahana FM Setiap rabu malam jam 6 s.d 7 malam

Kemuliaan Seorang Mukmin

Kemuliaan Seorang Mukmin


'Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan merasa sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang Mukmin (HR. al-Hakim)

Kemuliaan kita yang utama adalah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pada hadist diatas Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam menyebutkan ada dua ciri khas seorang Mukmin yaitu menyenangi perbuatan baik dan merasa sedih dengan keburukan yang dilakukannya.

Senang dengan perbuatan baik ditunjukkan dengan melakukan sesuatu yang berarti dan bermanfaat bagi dirinya dan juga bagi orang lain, kebaikan yang dilakukan membawa manfaat di dunia dan juga manfaat diakherat. Sebagaimana Nabi sendiri diutus dimuka bumi untuk melakukan kebaikan dan menebarkan kasih sayang bagi umat. 'Dan tiada Kami mengutus engkau melainkan untuk menjadi rahmat semesta alam (QS. al-Anbiya' : 107).

Bila mengerjakan keburukan dirinya merasa sedih karena adanya kesadaran bahwa Allah sangat membenci perbuatan buruk dan melakukan kerusakan dimuka bumi sehingga dirinya layak untuk bersedih. Kesedihan itu menimbulkan penyesalan yang sangat mendalam. Kemudian membuat dirinya bertaubat untuk tidak melakukan perbuatan buruk itu lagi. Itulah kemuliaan seorang Mukmin.

Wassalam,
Petikan dari : agussyafii

Solat dalam Kesunyian

Malam hujan turun rintik-rintik. Angin bertiup dingin menusuk tulang. Dipojok ruang yang sempit nampak ada yang sedang menunaikan sholat. Dalam sholatnya terlihat khusyuknya. Air matanya mengalir membasahi baju. Terdengar isak tangis yang membuat hati terasa pilu. Sholat itu menjadi terasa begitu indah. Selesai salam dia memanjatkan doa. Tak lama hanya ada kesunyian dan tarikan napas. Disambil orang yang sholat, ada seorang sahabat yang duduk disampingnya.

'Apa kamu pernah marah sama Allah?' tanya sahabatnya.

Terdengar suara istighfar tak putus-putus. Air matanya masih terus saja mengalir. Beberapa tangannya mengusap pipinya yang basah.

'Pernah..tapi itu dulu, sekarang tidak.'

'Kenapa?'

'Karena Dia tidak adil, hanya penderitaan yang selalu Dia berikan. Bertahun-tahun aku menjauh, melupakanNya, aku kecewa padaNya.'

Kesunyian kembali senyap.

'Lantas untuk apa kamu sholat malam ini?'

Ditatap wajah temannya yang sedang terdiam. Seumur hidup dirinya sholat tidak pernah sampai bisa meneteskan air mata bahkan menangis terisak-isak. Dirinya teringat bagaimana Rasulullah senantiasa menangis setiap sholat malam. Malam ini dia melihat sahabatnya menunaikan sholat dengan menangis terisak-isak, begitu menyayat hatinya.

'Ayahku meninggal malam ini, aku tidak tahu cara berdoa. aku hanya bisa sholat untuk mendoakan ayahku.'

Wassalam,

Kisah Berapa Ramai Lelaki Boleh Jadi Imam

Kalau perempuan tidak boleh memasak, dikutuk dan disuruh belajar. Kalau
lelaki tak boleh jadi imam kita kata okay saja. Jangan diperbesarkan
nanti mereka terasa hati.

"Apalah perempuan, tak pandai masak siapa nak kahwin dengan awak!"
Begitulah kata rakan sejawat lelaki pada seorang anak dara, juga rakan
sejawat kami. Maka jawaplah si gadis ayu itu yang dia tidak sempat
belajar memasak sebab dari kecil tidak digalakkan keluarga sebaliknya
disuruh menumpukan perhatian pada pelajaran saja. Sementelah tinggal di
asrama, peluang pulang ke rumah terhad dan tidak sempat turun ke dapur
membantu ibunya.

"Habis sekarang kenapa tidak belajar?" Tanya sang lelaki lagi dengan
penuh semangat.


"Sedang belajarlah ni tetapi selain sibuk dengan kerjaya, saya juga sibuk
belajar agama, jadi belajar memasak tetap tidak diutamakan!" Begitu jawab
si gadis yang membuatkan lelaki tadi menggeleng-geleng kepala. Baginya
tidak sempurna seorang wanita jika tidak tahu memasak. Wanita sepatutnya
buat begitu juga.

Syarat utama menjadi suami mesti boleh menjadi imam. Walau ada yang kata,
jika itu syaratnya bermakna makin ramai wanita yang hidup bujang seumur
hidup. Lelaki meletakkan kebolehan wanita di dapur sebagai perkara utama
dan ungkapan hendak memikat suami, perlu pikat seleranya sering diguna
pakai.

Tidak kiralah jika wanita itu berpelajaran atau berjawatan tinggi dan
penyumbang utama kewangan dalam rumahtangganya. Sekarang bukan asing lagi
gaji isteri lebih tinggi daripada suami. Namun kedudukan suami sebagai
raja tidak pernah dilupa walau dia tidak mengambil inisiatif mempelajari
ilmu menjadi imam. Ilmu bermain video game di komputer mereka rasa lebih
perlu.

Kalau tidak tahu memasak disuruh belajar dan sesudah belajar perlu
handal. Jika handal bukan setakat masak untuk keluarga sendiri, kalau
boleh perlu boleh memasak untuk tiga pasukan bola. Begitulah standard
yang telah ditetapkan. Bolehkah kita meletakkan undang-undang itu kepada
lelaki juga. Kalau tidak pandai jadi imam, belajarlah. Mula-mula jadi
imam kepada keluarga sendiri, sudah terror boleh mengimam satu taman
perumahan juga.

"Sibuk suruh kita handal memasak, mereka tu bolehkah jadi imam?" Dengus
teman wanita yang lain. Betul juga. Berapa kerat lelaki yang menjadikan
sembahyang jemaah di rumah bersama anak isteri sebagai agenda utama,
selain keperluan memenuhi pelbagai seleranya? Maka bertanyalah wanita
kini kepada beberapa lelaki tentang kebolehan yang satu ini.

Ternyata ramai yang menjawap tidak confident menjadi imam sebab takut
bacaan al-Fatihah tidak sempurna, salah tajwid atau pun dia merasakan
isterinya lebih handal. Ada yang kata lebih elok dia dan isteri
sembahyang sendiri-sendiri. Ada juga menjawab, rasa kelakar pula apabila
dirinya yang rugged menjadi imam.

Isu ini sepatutnya kita beratkan sepertimana masyarakat memberatkan
wanita perlu pandai memasak jika mahu bersuami. Lelaki juga harus boleh
menjadi imam supaya kewibawaan mereka sebagai ketua keluarga tidak goyah
atau menjadi mangsa queen control. Kalau tidak pandai, belajarlah
sekarang. Jika wanita disuruh belajar, apa salahnya lelaki!